•  

    Terima kasih atas kepercayaan kamuDalam bertransaksi trading forex di Salma Markets!

    Cukup membuat deposit minimal $ 1 ke akun Anda!

    Dapatkan kondisi trading terbaik dan penawaran bonus yang menarik! Yuk segera berinvestasi trading forex! di Salma Markets! Dan dapatkan kondisi trading terbaik!

    Salma Markets - berinvestasi dalam kemenangan Anda!

  • toolbarCollapseOpenAccount_1
  • Salma Kabinet Klien

    • Pengaturan pribadi
    • Akses ke semua layanan Salma
    • Statistik dan laporan terperinci tentang perdagangan
    • Berbagai macam transaksi keuangan
    • Sistem mengelola beberapa akun
    •  Perlindungan data maksimum
  • cabinet_client1

Berita Pasar

Informasi yang direkomendasikan

demo Berita Pasar

Arab Saudi CS Adakan Pertemuan Penting, Harga Minyak Turun?

Produsen minyak paling besar di dunia kabarnya akan mengadakan sebuah pertemuan penting untuk membahas persediaan minyak. Karena mulai bulan September 2022 nanti, akan menyebarkannya ke pasar-pasar seluruh dunia.

Pertemuan tersebut akan diselenggarakan pada hari Rabu, dan itu bertepatan setelah beberapa minggu Joe Biden, Presiden Amerika Serikat ke Arab Saudi. Tentunya kunjungan dari Biden tersebut bukan tanpa alasan.

Perjalanan tersebut dilakukan sebagai bentuk usaha dari Biden meyakinkan negara produsen minyak paling besar dunia OPEC tersebut. Di mana harapan agar dapat menghasilkan lebih banyak barel minyak untuk dunia.

Apalagi sejak bulan Februari lalu, harga dari minyak mentah diperjualbelikan lebih dari 100 US dollar tiap barelnya dan itu terjadi secara konsisten. Pastinya itu memberikan dampak cukup signifikan.

Cukup tingginya harga minyak mentah tersebut memberikan dampak buruk pada kenaikan biaya sehari-hari di hampir semua negara. Dalam pertemuan terakhir OPEC+, sebelumnya telah memberikan putusan untuk sedikit meningkatkan produksi Agustus.

Akan tetapi justru secara bersamaan suplai untuk minyak justru mengalami penurunan dan hal itu dikarenakan adanya sanksi berat pada Rusia. Sementara itu sebelum terjadinya invasi ke Ukraina.

Rusia sendiri merupakan nomor tiga di dunia, serta berada di bawah Amerika Serikat dan Arab Saudi. Negara Rusia tersebut telah menyumbang 8-10% dari suplai untuk minyak seluruh dunia.

Arab Saudi, Lynchipin bersama dengan tetangganya, Uni Emirate Arab merupakan dua pemain utama dengan beberapa daya tampung cadangan minyak. Namun sayangnya target produksi minyak Saudi Arabia kurang memenuhi target.

 

Kapasitas Cadangan Minyak

Target produksi untuk Arab Saudi sendiri di bulan Agustus sekitar 11 juta barel minyak tiap harinya. Menurut para ahli energi jumlah tersebut sudah berada di tingkat cukup tinggi.

Karena akan menyisakan hanya sedikit ruang gerak untuk proses peningkatan lebih lanjutnya. Kekhawatiran pada OPEC+ dan Arab Saudi sendiri ialah ada cukup banyak poin yang masih belum diketahui.

Menurut Karen Young, senior middle east institute, tidak ada pihak yang tahu nantinya di mana pasar minyak akan ada pada 6 bulan dimulai dari saat ini. Atau bahkan tahun depan.

Bahkan ia juga menambahkan hal tersebut artinya pihak Uni Emirat dan Saudi Arabia akan memakai persediaan cadangan minyaknya dengan bijaksana. Agar nantinya tidak ada kekurangan atau hal buruk lainnya.

Kedua pion utama perminyakan dunia tersebut tidak ingin berada di dalam sebuah situasi kurang baik. Di mana mereka memanfaatkan kapasitas dari cadangan minyak yang cukup terbatas tersebut untuk meningkatkan produk.

Apalagi jika tiba-tiba permintaan semakin besar atau bahkan turun di kemudian hari. Mereka juga mengelami kekhawatiran jika tidak mempunyai ruang untuk menjalankan proses penyesuaian atas kondisi dunia tersebut.

Perkiraan Harga Minyak

Pihak OPEC sendiri memperkirakan apabila permintaan dari minyak dunia akan mengalami kenaikan di tahun 2023. Walaupun peningkatan atas permintaannya terjadi lebih lambat dibandingkan dengan tahun ini.

Salah satu alasan yang menyebabkan karena kemajuan negara China dalam mengatasi masalah virus corona. Sementara itu badan energi internasional Amerika Serikat memprediksi jika permintaan minyak akan terus meningkat kuat.

Walaupun ada sejumlah kekhawatiran mengenai inflasi di beberapa daerah dan pertumbuhan ekonomi yang melemah. Hal itu memberikan tanda jika produsen mintak harus mengisi minyak dengan kecepatan paling cepat.

Hal itu harus dilakukan di lima tahun terakhir agar dapat menyeimbangkan pasokan tersebut dengan permintaan konsumen. Sementara tingkat pesanannya tinggi, namun terdapat masalah kapasitas hingga kurangnya investasi hilir, bahkan penyulingan.

Ben Cahil, senior pusat studi strategis washington mengungkapkan ada sejumlah perubahan dalam pasar, namun tidak banyak orang yang bisa memprediksi penurunan berkelanjutannya. Bahkan hingga di bawah 100 USD per barelnya.

Namun disisi lainnya, harga bahan bahar minyak di Amerika Serikat justru sudah menyentuk titik paling tinggi selama 13 tahun terakhir ini. Amerika sendiri tengah melepaskan hingga satu juta barel tiap harinya.

Pelepasan dari strategic petroleum reserve tersebut terjadi sejak April dan merupakan bagian rencana agar dapat menambah 180 juta barel ke pasar. Itu dilakukan selama periode 6 bulan sampai Oktober mendatang.

Walaupun demikian, Cahil sendiri memberikan peringatan jika menghentikan pasokan, maka akan lebih sulit lagi nantinya. Bahkan dapat menyebabkan tekanan lebih tinggi terhadap harga minyak kedepannya.

 

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama
bg_custom-support

ic_info 24/5 Dukungan Pelanggan

Tim dukungan pelanggan kami yang berdedikasi siap memberikan dukungan lokal dalam 10 bahasa.